Sabtu, 24 Oktober 2015

UPAYA KONSERVASI DI MUARA GEMBONG

            Seperti yang telah kita ketahui konservasi merupakan pengembangan dan proteksi terhadap sumber daya alam. Menurut Gifford Pinchot adalah suatu tindakan untuk mencegah pengurasan sumber daya alam, agar sumber daya alam tersebut tetap tersedia untuk masa yang akan datang. Pengertian di atas telah memaparkan bahwa konservasi sangat diperlukan khususnya untuk tempat-tempat yang perlu perhatian seperti di Muara Gembong. Pertama yaitu aksesibilitas, akses yang harus kita lalui untuk mencapai Muara Gembong tidak sulit semua kendaraan dapat melaluinya namun jalan menuju ke sana masih tanah merah dan belum semuanya diaspal  sehingga apabila terjadi hujan jalan menjadi licin dan sulit untuk dilalui tidak jarang banyak kendaraan yang tergelicir ketika melewatinya. Akses menuju kota atau pasar terdekat rumayan jauh bila kita berkunjung ke sana yang terbersit adalah daerahnya lembab dan panas karena pesisir pantai.
            Muara Gembong perlu mendapatkan perhatian khususnya tentang penanaman mangrove, karena mangrove sangat berguna untuk mengurangi abrasi dan tempat tinggal bagi hewan seperti ikan dan udang. Penanaman mangorove juga dapat meningkatkan hasil mata pencaharian penduduk di Muara Gembong karena sebagian besar penduduknya hidup sebagai nelayan. Apabila terjadi terjadi hujan air laut akan pasang dan masuk ke rumah warga penanaman mangrove dapat mencegah pasangnya air laut. Namun tidak jarang banyak mangrove yang rusak karena tekena kapal tongkang, abrasi dapat menghancurkan tanah dan rumah warga yang ada di Muara Gembong apabila tanah sudah rusak terkena abrasi tidak dapat di pergunakan atau diperdayakan kembali akhirnya penduduk akan memilih meninggalkan rumah mereka. Bila pasang jalan-jalan setapak tidak dapat dipergunaka sehingga harus menggunakan perahu dari desa satu ke desa yang lain. Banyak juga bangunan sekolah yang terkena dampak dari abrasi sehingga siswa harus secara bergantian untuk masuk sekolah. Namun mereka tetap bersemangat untuk bersekolah bila ada sosialisasi tentang penanaman mangrove siswa di Muara Geembong sangat antusias untuk membantu dan ikut serta dalam menanam.
            Dampak pasangnya air laut sangat nyata dialami oleh penduduk yang tinggal di Muara Gembong. Bamyak juga hewan-hewan langka seperti ikan yang mempunyai sayap yang hanya ada di Muara Gembong namun keberadaan spesies ini hampir punah karena abrasi, ikan tersebut merupakan hewan endemik yang hanya terdapat di Muara Gembong. Upaya konservasi yang dilakukan di Muara Gembong sebagai bentuk penanggulangan bencana abrasi karena jumlah lahan setiap tahunnya di Muara Gembong berkurang akibat abrasi itu semua terjadi karena tidak adanya vegetasi seperti mangrove untuk menahan air laut. Maka dari itu setiap tahunnya banyak program penanaman mangrove guna meminimalisir terjadinya abrasi, juga adanya industri di Muara Gembong yaitu PT. Pertamina yang di harapkan dapat membantu untuk memperbaiki dan membenahi aksesibilitas yang ada di sekitar kawasan Muara Gembong.
            Program penanaman 1000 mangrove setiap tahunnya di adakan oleh banyak instansi seperti pendidikan, perusahaan, pemerintah lingkungan hidup dan sebagainnya sebagai bentuk kepedulian terhadap kritisnya lahan di Muara Gembong. Biasanya penanaman mangrove dilakukan di sekitar rumah penduduk karena pemukiman di Muara Gembong berbatasan langsung dengan laut. Kegagalan penanaman mangrove biasanya terjadi karena pasangnya air laut karena mangrove yang baru di tanam belum kuat sehingga terbawa oleh air laut.

            Dari penjelasan di atas kita sebagai manusia yang baik harus menjaga alam dengan baik dan memperlakukan alam dengan seimbang bila kita menebang satu pohon maka kita harus menanam satu pohon kembali. Manusia tidak boleh terus menerus mengekploitasi lahan karena sumber daya alam akan habis. Mangrove sangat bermanfaat dan dapat membantu menanggulangi abrasi maka dari itu setiap mangrove yang telah di taman hendaknya di jaga dengan baik agar memberikan keutungan bagi masyarakat di Muara Gembong.