UPAYA
KONSERVASI DI MUARA GEMBONG
Seperti yang telah kita ketahui
konservasi merupakan pengembangan dan proteksi terhadap sumber daya alam.
Menurut Gifford Pinchot adalah suatu tindakan untuk mencegah pengurasan sumber daya
alam, agar sumber daya alam tersebut tetap tersedia untuk masa yang akan
datang. Pengertian di atas telah memaparkan bahwa konservasi sangat diperlukan
khususnya untuk tempat-tempat yang perlu perhatian seperti di Muara Gembong.
Pertama yaitu aksesibilitas, akses yang harus kita lalui untuk mencapai Muara
Gembong tidak sulit semua kendaraan dapat melaluinya namun jalan menuju ke sana
masih tanah merah dan belum semuanya diaspal
sehingga apabila terjadi hujan jalan menjadi licin dan sulit untuk dilalui
tidak jarang banyak kendaraan yang tergelicir ketika melewatinya. Akses menuju
kota atau pasar terdekat rumayan jauh bila kita berkunjung ke sana yang
terbersit adalah daerahnya lembab dan panas karena pesisir pantai.
Muara Gembong perlu mendapatkan
perhatian khususnya tentang penanaman mangrove, karena mangrove sangat berguna
untuk mengurangi abrasi dan tempat tinggal bagi hewan seperti ikan dan udang.
Penanaman mangorove juga dapat meningkatkan hasil mata pencaharian penduduk di
Muara Gembong karena sebagian besar penduduknya hidup sebagai nelayan. Apabila
terjadi terjadi hujan air laut akan pasang dan masuk ke rumah warga penanaman
mangrove dapat mencegah pasangnya air laut. Namun tidak jarang banyak mangrove
yang rusak karena tekena kapal tongkang, abrasi dapat menghancurkan tanah dan
rumah warga yang ada di Muara Gembong apabila tanah sudah rusak terkena abrasi
tidak dapat di pergunakan atau diperdayakan kembali akhirnya penduduk akan
memilih meninggalkan rumah mereka. Bila pasang jalan-jalan setapak tidak dapat
dipergunaka sehingga harus menggunakan perahu dari desa satu ke desa yang lain.
Banyak juga bangunan sekolah yang terkena dampak dari abrasi sehingga siswa
harus secara bergantian untuk masuk sekolah. Namun mereka tetap bersemangat
untuk bersekolah bila ada sosialisasi tentang penanaman mangrove siswa di Muara
Geembong sangat antusias untuk membantu dan ikut serta dalam menanam.
Dampak pasangnya air laut sangat
nyata dialami oleh penduduk yang tinggal di Muara Gembong. Bamyak juga
hewan-hewan langka seperti ikan yang mempunyai sayap yang hanya ada di Muara
Gembong namun keberadaan spesies ini hampir punah karena abrasi, ikan tersebut
merupakan hewan endemik yang hanya terdapat di Muara Gembong. Upaya konservasi
yang dilakukan di Muara Gembong sebagai bentuk penanggulangan bencana abrasi
karena jumlah lahan setiap tahunnya di Muara Gembong berkurang akibat abrasi
itu semua terjadi karena tidak adanya vegetasi seperti mangrove untuk menahan
air laut. Maka dari itu setiap tahunnya banyak program penanaman mangrove guna
meminimalisir terjadinya abrasi, juga adanya industri di Muara Gembong yaitu PT.
Pertamina yang di harapkan dapat membantu untuk memperbaiki dan membenahi
aksesibilitas yang ada di sekitar kawasan Muara Gembong.
Program penanaman 1000 mangrove
setiap tahunnya di adakan oleh banyak instansi seperti pendidikan, perusahaan,
pemerintah lingkungan hidup dan sebagainnya sebagai bentuk kepedulian terhadap
kritisnya lahan di Muara Gembong. Biasanya penanaman mangrove dilakukan di
sekitar rumah penduduk karena pemukiman di Muara Gembong berbatasan langsung
dengan laut. Kegagalan penanaman mangrove biasanya terjadi karena pasangnya air
laut karena mangrove yang baru di tanam belum kuat sehingga terbawa oleh air
laut.
Dari penjelasan di atas kita sebagai
manusia yang baik harus menjaga alam dengan baik dan memperlakukan alam dengan
seimbang bila kita menebang satu pohon maka kita harus menanam satu pohon
kembali. Manusia tidak boleh terus menerus mengekploitasi lahan karena sumber
daya alam akan habis. Mangrove sangat bermanfaat dan dapat membantu
menanggulangi abrasi maka dari itu setiap mangrove yang telah di taman
hendaknya di jaga dengan baik agar memberikan keutungan bagi masyarakat di
Muara Gembong.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar